25 Desember 2011 - 20:30

Angkatan bersenjata Sudan pada hari Minggu kemarin (25/12) mengklaim telah membunuh kepala kelompok pemberontak paling kuat di bagian barat wilayah Darfur, Gerakan Keadilan dan Kesetaraan (JEM).

Menurut Kantor Berita ABNA, Angkatan bersenjata Sudan pada hari Minggu kemarin (25/12) mengklaim telah membunuh kepala kelompok pemberontak paling kuat di bagian barat wilayah Darfur, Gerakan Keadilan dan Kesetaraan (JEM).

"Pasukan bersenjata bentrok dan konfrontasi langsung dengan pasukan pemberontak Khalil Ibrahim, dan mampu menewaskan Khalil Ibrahim," kata Khalid Al-Sawarmi, juru bicara militer pasukan Sudan mengatakan kepada televisi pemerintah.

Kematian Ibrahim, jika dikonfirmasi, dapat merupakan pukulan serius terhadap kelompok pemberontak, meskipun akses dibatasi untuk Darfur dan zona konflik lain di Sudan membuat hampir tidak mungkin untuk secara akurat mengukur kekuatan nyata dan kesatuan internal kelompok pemberontak.

Juru bicara angkatan bersenjata mengatakan Ibrahim dan para pemimpin lainnya telah mencoba masuk ke Sudan Selatan, yang memisahkan diri dari Sudan pada bulan Juli di bawah kesepakatan damai 2005.

JEM sendiri belum bisa segera dihubungi untuk dimintai komentarnya.

JEM - sekarang dianggap sebagai kelompok pemberontak paling kuat dalam hal kekuatan militer - mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu sebelumnya bahwa pejuangnya bentrok dengan milisi pemerintah di negara bagian Kordofan Utara dan direncanakan untuk bergerak maju ke ibukota Khartoum.

Kelompok itu mengatakan pada September lalu bahwa Ibrahim telah kembali dari Libya di mana ia telah berada di sana sejak Mei 2010, ketika negara tetangga Chad menolak dia masuk.

JEM telah menolak untuk menandatangani perjanjian perdamaian yang ditengahi Qatar.

Pada bulan November, JEM mengatakan telah membentuk aliansi dengan pemberontak lain di Darfur dan di dua wilayah konflik Sudan yang lain di perbatasan.